Budidaya Pertanian Padi Organik dengan pola SRI

27 November 2012 | 11:14 WIB

Kabupaten Muara Enim adalah merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sumatera selatan yang melaksanakan penerapan Penanaman Padi Sawah Organik dengan pola SRI (System of Rice Intensification). Rencana pengembangan padi organik dengan pola SRI sebelumnya diawali adanya pertemuan antara Pihak Manajemen PT. Medco E&P Indonesia dengan Bapak Bupati Muara Enim yaitu Ir. H. Muzakir Saisohar pada awal tahun 2010. Bapak Bupati dan Pihak manajemen PT. Medco E&P Indonesia sepakat untuk melaksanakan ujicoba penanaman padi sawah organik dengan pola tanam SRI (System of Rice Intensification) di Desa Embawang Kecamatan Tanjung Agung kabupaten Muara Enim.

Usahatani padi sawah organik dengan metode SRI adalah usahatani padi sawah irigasi secara intensif dan efisien dalam pengelolaan tanah, tanaman dan air melalui pemberdayaan kelompok tani dan kearifan lokal serta berbasis pada kaidah ramah lingkungan. Pola tanam padi SRI berbasis pada kaidah ramah lingkungan ini adalah dengan mengesampingkan atau tidak menggunakan bahan kimia yang dapat merusak lingkungan, akan tetapi lebih menekankan penggunaan bahan organik yang ada disekitar lingkungan petani atau yang berada di desa, yang tidak merusak ekosistem dan biologi tanah dan lingkungan sekitar.

Untuk memenuhi unsur hara atau makanan bagi tanaman padi, petani memanfaatkan kotoran hewan, jerami padi, daun-daunan atau rumput serta bahan-bahan organik lainnya yang ada di sekitar lokasi kegiatan. Untuk 1 (satu) hektar sawah yang dikelola secara organik tersebut, membutuhkan sekitar 7 – 8 ton pupuk kompos yang sudah jadi. Untuk 1 (satu) ton pupuk kompos berasal dari 3 (tiga) ton limbah organik padat seperti; kotoran hewan, rumput, jerami, daun serta limbah rumah tangga. Jadi bisa diperkirakan jumlah limbah padat yang dimanfaatkan untuk sawah seluas 38,4 hektar adalah 806,4 ton limbah organik padat.

Pada akhir tahun 2010 telah dilaksanakan uji coba penanaman padi sawah organik dengan pola SRI (System of Rice Intensification) di Desa Embawang dan Desa Tanjung Bulan Kecamatan tanjung Agung Kabupaten Muara Enim seluas 38,4 hektar dan 3 kelompok tani yaitu sebagai berikut :
a.    Kelompok tani Sumber Makmur seluas 10,5 ha di Desa Embawang.
b.    Kelompok tani Beringin seluas 18,5 ha di Desa Embawang
c.    Kelompok tani Tanjung Payang seluas 9,4 ha di Desa Tanjung Bulan.

Penanaman Perdana Padi sawah Organik dengan pola SRI tersebut di lakukan sendiri oleh Bapak Bupati Muara Enim yaitu ; Ir. H. Muzakir Saisohar pada tanggal 24 November 2010 di Ataran sawah Kelompok tani Sumber Makmur Desa Embawang Kecamatan Tanjung Agung.
Pertumbuhan tanaman padi sawah organik tersebut diamati dan dipelihara oleh petani secara intensif di lapangan, yang dibina/dilatih oleh pihak PT. Medco E&P Indonesia bersama penyuluh Badan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan serta Petugas Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muara Enim, sehingga produksi padi organik cukup tinggi. Hal tersebut terbukti dengan tingginya hasil ubinan di lokasi panen yaitu 8,6 ton per hektar Gabah Kering Panen (GKP) atau setara dengan 5,330 kg beras. Secara keseluruhan hasil panen padi organik yaitu sebesar 330,24 ton gabah kering panen (GKP) atau setara beras sebesar 204,75 ton.

Panen Perdana padi organik sistem SRI tersebut dilaksankan pada tanggal 12 Maret 2011 di Desa Embawang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim. Panen Perdana tersebut dilakukan oleh Bapak Menteri Pertanian Republik Indonesia yaitu Bapak Ir. H. Suswono, M.Si. beserta rombongan, yang didampingi oleh Gubernur Sumatera Selatan yaitu Bapak Ir. H. Alex Noerdin, Bupati Muara Enim Bapak Ir. H. Muzakir Saisohar serta Pihak Manajemen PT. Medco E&P Indonesia Jakarta.

Hasil panen padi organik yang sangat tinggi tersebut sangat menguntungkan petani karena beras organik yang dijual dipasaran dengan harga Rp. 10.000.- per kg. Sedangkan beras biasa atau bukan organik, dijual dipasaran dengan harga Rp. 6000.- sd. Rp. 7.500.- per kg.

Keuntungan yang di peroleh dari penanaman padi sawah organik dengan pola SRI (System of Rice Intensification) yaitu sebagai berikut :
a.    Meningkatkan Produksi padi atau beras.
b.    Menghasilkan produksi yang berdaya saing tinggi, sehat dan berkelanjutan.
c.    Mengembangkan usahatani padi yang ramah lingkungan atau tidak merusak ekosistem dan biologi lingkungan.
d.    Meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Bupati Muara Enim Bapak Ir. H. Muzakir Saisohar sangat antusias dan mendukung untuk meningkatkan kesejahterahan masyarakat di Kabupaten Muara Enim khususnya petani dengan cara mengembangkan budidaya padi sawah organik dengan pola SRI (System of Rice Intensification). Hal ini terbukti dengan di anggarkannya pengembangan penanaman padi organik dengan pola SRI melalui dana APBD Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2011 dan 2012, serta melalui dana APBN Tugas Pembantuan  Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2011 dan 2012. Dari dana APBD Tahun 2011 telah dikembangkan penanaman Padi Organik dengan pola SRI di 6 (enam) kelompok tani dan 6 desa seluas 60 hektar,

Dari dana APBN Tugas Pembantuan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2011, telah dikembangkan Penanaman padi organik pola SRI di 2 (dua) kelompok tani dan 2 desa dengan luas keseluruhan 40 hektar dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 90.000.000.-, yaitu sebagai berikut;
–    Kelompok Tani Harapan jaya Desa Lubuk Nipis Kecamatan Tanjung Agung seluas 20 ha.
–    Kelompok Tani Lubuk Karet Desa Tanjung Bulan Kec. Tanjung Agung seluas 20 ha.

Pada Tahun Anggaran 2012 juga telah di anggarkan dana APBN Tugas Pembantuan Kementerian Pertanian sebanyak 20 unit/paket dengan luas 400 hektar dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 900.000.000.-

Tidak diragukan lagi bahwa pengembangan penanaman padi sawah organik dengan pola SRI (System of Rice Intensification) dapat meningkatkan produksi beras dan juga dapat meningkatkan pengapatan dan kesejahteraan petani dan keluarganya. Bapak Bupati Muara Enim Ir. H. Muzakir Saisohar sangat respon dan berkeinginan untuk mengembangkan terus budidaya padi organik pola SRI ini dan mengajak semua sektor dan perusahaan untuk turut andil. Berkat usaha dan lobi Bapak Bupati Muara Enim, pada tahun 2012 ini juga pihak PTBA Tanjung Enim berkeinginan untuk membantu petani dengan cara mengajak petani untuk menanam padi organik dengan  pola SRI. Petani mendapatkan bantuan sarana produksi padi untuk penanaman padi organik dan sarana pendukung lainnya seluas 30 hektar. Adapun kelompok tani tersebut yaitu sebagai berikut:
–    kelompok tani darat dusun Desa Karang raja seluas 10 ha.
–    Kelompok Tani Ilir Dusun Desa Karang raja seluas 7 ha.
–    Kelompok tani Darat Ban Desa Karang Raja seluas 6 ha.
–    Kelompok Tani semasa Desa Karang Raja seluas 7 ha.