Lounching Bank Sampah SMKN 2 Muara Enim

Pengarahan dari Kepala BLH Kab. Muara EnimSenin 28 Januari 2013, menjadi babak baru dalam program-program pengelolaan Lingkungan yang ada di SMKN 2. Karena pagi di SMKN 2 upacara bendera, diadakan acara Launching “Bank Sampah” milik SMKN 2 Muara Enim.
Bank Sampah adalah salah satu cara mengelola sampah dengan memanfaatkan sampah menjadi sumber penghasilan. Pada tingkat sekolah, penabung adalah siswa, guru, ataupun pegawai tata usaha yang terdaftar sebagai nasabah di Bank Sampah.

Sampah apa yang bisa ditabung? Sampah yang bisa ditabung tergantung dari kemampuan Bank Sampah mengelola menjadi produk bernilai ekonomis : seperti sampah botol minuman , sampah kertas, kardus, kaleng yang bisa didaur ulang. Di tempat lain, sampah-sampah organik seperti daun dan rumput juga bisa ditabung, karna dijadikan bahan baku kompos. Dan nantinya kompos tersebut yang dijual.

Sampah-sampah yang akan ditabung, harus dikelompokan sesuai dengan jenisnya. Karena berbeda jenisnya sampahnya tentu berbeda juga harganya. Pihak pengurus Bank Sampah akan membuat daftar harga masing-masing sampah. Sampah yang masuk ditimbang dan dicatat di buku penerimaan barang dan juga di buku tabungan milik nasabah. Pada saat gudang penampung sudah penuh atau secara berkala, pengurus Bank Sampah akan menjual ke pengepul. Setelah penjualan, nilai tabungan nasabah baru bisa dinilai dengan rupiah.Tabungan nasabah bisa diambil atau disimpam sampai waktu tertentu tergantung perjanjian bersama.

Banyak keuntungan yang dapat dengan keberadaan Bank Sampah disekolah yaitu :
1. Siswa mempunyai kegiatan yang positif
2. Secara tidak langsung turut menjaga kebersihan sekolah
3. Ikut program Pemerintah dalam pengelolaan sampah dengan prinsip 3R
4. Bisa dijadikan sumber data jenis dan jumlah sampah.
5. Mendatangkan penghasilan sampingan bagi siswa

Pada kesempatan itu juga. Kepala Badan Lingkungan Hidup menyerahkan Penghargaan Bupati untuk SMKN 2 sebagai Sekdah Adiwiyata tingkat Kabupaten Tahun 2012 serta Penghargaan Guru Peduli Lingkungan Kepada Bapak Ahmad Jon Areli, S.Pd sebagai Guru yang mempunyai komitmen, keteladanan serta konsisten dalam membimbing anak-anak untuk terus peduli Lingkungan. Penghargaan ini adalah yang pertama diserahkan sejak program Sekolah peduli Lingkungan (Adiwiyata) dicanangkan di Mura Enim

Dalam sambutannya Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab. Muara Enim Ir.H.Zulkarnain Bachtiar MT juga menghimbau agar seluruh elemen sekolah terus meningkatkan upaya-upaya pengelolaan Lingkungan. Mewujudkan sekolah dan warga yang peduli Lingkungan. Dan semoga di tahun yang akan datang prestasi sekolah Adiwiyata Nasional dapat dirahi SMKN 2 Muara Enim.